RKR Disiapkan Jadi Wadah Inovasi dan Peningkatan Kesejahteraan Pengrajin di Gunung Purei

PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Pemerintah Kecamatan Gunung Purei mulai memperkuat langkah pemberdayaan pengrajin rotan melalui program Rumah Kreatif Rotan. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Rumah Kreatif Rotan kepada para pengrajin rotan se-Kecamatan Gunung Purei yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Gunung Purei, Rabu (28/10/2026).

Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan, pengembangan keterampilan, dan inovasi produk anyaman rotan yang memanfaatkan potensi hasil hutan bukan kayu di wilayah Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara.

Plt. Camat Gunung Purei, Irwanto, S.S.STP., M.I.P., mengatakan bahwa Rumah Kreatif Rotan merupakan upaya pemerintah kecamatan untuk mengembangkan potensi kerajinan masyarakat agar memiliki nilai tambah dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya, langkah awal yang telah dilakukan adalah pemetaan dan pendataan para pengrajin rotan di 11 desa. Data tersebut menjadi dasar dalam merancang program pembinaan yang sesuai dengan kondisi, kemampuan, serta potensi masing-masing pengrajin.

“Rumah Kreatif Rotan ini kami gagas sebagai wadah pembinaan terpadu bagi para pengrajin. Karena itu, langkah awal yang kami lakukan adalah mendata para pengrajin di seluruh desa agar potensi yang ada dapat terpetakan dengan baik dan pengembangan program bisa dilakukan secara terarah,” ujar Irwanto pada kegiatan sosialisasi, Rabu (28/10/2026).

Ia menambahkan, melalui sosialisasi tersebut, pemerintah kecamatan bersama para pengrajin juga melaksanakan pembahasan dan kesepakatan mengenai produk unggulan anyaman rotan khas Gunung Purei.

Penetapan produk unggulan diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat karakter dan identitas kerajinan daerah. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun standar mutu agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Potensi pengrajin rotan yang kita miliki harus terus dikembangkan. Kita ingin produk anyaman rotan Gunung Purei mempunyai ciri khas tersendiri, kualitas yang baik, dan nilai jual yang semakin meningkat. Dengan demikian, keterampilan masyarakat dapat menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” jelasnya.

Penguatan Kapasitas, Standardisasi, dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Dalam pengembangan selanjutnya, Rumah Kreatif Rotan tidak hanya diarahkan sebagai pusat pelatihan dan produksi, tetapi juga sebagai ruang untuk mendorong kreativitas, inovasi desain, serta pengembangan pemasaran produk kerajinan rotan.

Pemerintah Kecamatan Gunung Purei telah merencanakan beberapa tahapan lanjutan, mulai dari penyusunan pedoman teknis dan standar operasional prosedur (SOP), penyiapan serta peresmian Rumah Kreatif Rotan, hingga sosialisasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan paten sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, program peningkatan keterampilan juga akan dikembangkan melalui pelatihan paduan anyaman halus dengan bahan kulit. Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan variasi produk yang lebih inovatif dengan nilai estetika dan nilai jual yang lebih tinggi.

Pelaksanaan program tersebut akan didukung melalui koordinasi dengan instansi teknis terkait di Kabupaten Barito Utara, terutama untuk penguatan kapasitas pengrajin dan fasilitasi perlindungan karya sesuai jenis kekayaan intelektual yang relevan.

Irwanto menegaskan bahwa keberlanjutan Rumah Kreatif Rotan memerlukan keterlibatan aktif seluruh pengrajin serta dukungan berbagai pihak. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerajinan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan usaha masyarakat.

“Kami berharap Rumah Kreatif Rotan dapat menjadi tempat bagi para pengrajin untuk belajar, berinovasi, meningkatkan kualitas, dan mengembangkan pemasaran produknya. Dengan kerja sama yang baik, potensi rotan di Kecamatan Gunung Purei dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui program Rumah Kreatif Rotan, Pemerintah Kecamatan Gunung Purei berharap kerajinan rotan tidak hanya menjadi produk tradisional, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(adm)

Redaksi
43

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer