Eni Finalkan Investasi Proyek Gas Raksasa di Kaltim,SKK Migas Sebut Sinyal Kuat Kepercayaan Investor

PELITAKALTENG, JAKARTA - Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut positif keputusan Eni yang resmi mengambil Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur.

Proyek yang mencakup pengembangan Gendalo–Gandang (South Hub) serta Geng North–Gehem (North Hub) ini menjadi salah satu investasi energi terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai lebih dari US$15 miliar. Keputusan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor global terhadap iklim investasi hulu migas nasional.

Djoko mengatakan, proyek ini merupakan langkah strategis dalam mendorong peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang. “Keputusan investasi ini menjadi tonggak penting dan menunjukkan bahwa Indonesia tetap kompetitif dalam menarik investasi sektor energi,” ujarnya di Jakarta.

Pengembangan proyek dilakukan dengan memanfaatkan teknologi laut dalam serta infrastruktur eksisting, termasuk fasilitas Jangkrik FPU dan kilang Bontang LNG Plant. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi biaya serta mempercepat proses komersialisasi gas.

Secara teknis, proyek South Hub akan mengembangkan lapangan di kedalaman 1.000–1.800 meter dengan pengeboran tujuh sumur produksi. Sementara North Hub akan mencakup 16 sumur di kedalaman hingga 2.000 meter yang terhubung ke fasilitas FPSO baru berkapasitas lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari.

Secara keseluruhan, kedua proyek tersebut memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik gas dan 550 juta barel kondensat. Produksi ditargetkan mulai pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas sekitar 2 miliar kaki kubik gas per hari.

Gas yang dihasilkan akan disalurkan melalui jaringan pipa untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus mendukung produksi LNG, sementara kondensat akan diproses di fasilitas lepas pantai sebelum dikirim menggunakan kapal tanker.

Djoko menambahkan, investasi besar ini juga akan memberikan efek berganda bagi perekonomian, termasuk penyerapan tenaga kerja hingga ribuan orang serta mendorong pertumbuhan industri penunjang.

Selain itu, proyek ini akan menjadi bagian dari rencana kerja sama antara Eni dan Petronas dalam pembentukan perusahaan baru (NewCo) yang ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.

“SKK Migas bersama pemerintah akan terus mendorong percepatan proyek-proyek strategis agar memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat,” pungkas Djoko.(adm)

Redaksi
393

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer