PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj Henny Rosgiaty Rusli, mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah terjadinya perundungan (bullying) terhadap anak. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam membangun karakter, empati, dan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikannya di Muara Teweh, Rabu (22/7/2026), menyikapi meningkatnya kasus bullying yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Hj Henny mengatakan bahwa dampak perundungan tidak hanya dirasakan saat kejadian berlangsung, tetapi juga dapat meninggalkan trauma psikologis yang berkepanjangan hingga memengaruhi masa depan korban.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk tidak menganggap bullying sebagai persoalan sepele.
"Perundungan membawa dampak panjang bagi korban, mulai dari trauma psikologis yang mendalam hingga risiko depresi berat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara serius dan menyeluruh," katanya.
Ia menilai pencegahan bullying harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak. Dengan begitu, anak akan merasa aman untuk menyampaikan apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Selain membangun komunikasi yang baik, Hj Henny juga mendorong orang tua untuk menanamkan nilai empati, menghargai perbedaan, serta mengawasi penggunaan media sosial guna mencegah terjadinya cyberbullying.
Menurutnya, sekolah juga harus memiliki sistem penanganan bullying yang jelas, tegas, dan transparan agar setiap peserta didik merasa aman selama mengikuti proses pembelajaran.
"Sinergi antara orang tua, sekolah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menghentikan mata rantai perundungan. Semua pihak harus memiliki kepedulian yang sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak," pungkas Hj Henny Rosgiaty Rusli.(adm)
Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer