PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memastikan berbagai kebutuhan dasar masyarakat mendapatkan perhatian, khususnya pelayanan kesehatan dan ketersediaan air bersih.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin mengatakan, dirinya bersama Sekda secara rutin turun langsung memantau kondisi RSUD Muara Teweh. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas dan pelayanan rumah sakit.
“Bupati dan Pak Sekda ini kegiatan rutin. Kami ingin memastikan bahwa rumah sakit ini berjalan, sudah berfungsi dengan baik,” kata H. Shalahuddin.
Dalam pemantauan tersebut, pemerintah melihat sejumlah aspek mulai dari infrastruktur, kebersihan hingga tenaga kesehatan. Saat ini, rehabilitasi masih berlangsung di Wings A, sedangkan Wings B telah difungsikan.
Meski demikian, Bupati menyebut masih ada sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah AC di beberapa ruangan yang belum bekerja secara optimal. Pemerintah memastikan perbaikan segera dilakukan agar fasilitas rumah sakit dapat menunjang kenyamanan pasien.
Bupati juga meminta adanya laporan rutin mengenai kondisi fasilitas dasar rumah sakit setiap pagi. Dengan laporan tersebut, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan yang harus segera ditindaklanjuti.
“Ketika mereka sakit, rumah sakit ini berfungsi dengan baik, melayani dengan sepenuh hati. Harapan kita ketika mereka sakit, pemerintah hadir melalui rumah sakitnya,” ujarnya.
Di sisi lain, persoalan air bersih juga menjadi perhatian Pemkab Barito Utara. Untuk jangka pendek, pemerintah telah melakukan langkah penanganan sehingga distribusi air kembali lancar.
Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah menyiapkan program pengembangan melalui skema multiyears. Program tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bersih, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga seluruh kecamatan.
“Harapan kita air itu semua kecamatan betul-betul diterima oleh masyarakat semua,” kata Bupati.
Untuk kebutuhan air bersih, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar dalam program multiyears. Sementara kebutuhan untuk melengkapi fasilitas RSUD Muara Teweh diperkirakan sekitar Rp25–30 miliar.
Bupati menegaskan, pembenahan RSUD ditargetkan selesai pada Desember 2026. Demikian pula penanganan pelayanan air bersih di kawasan perkotaan ditargetkan dapat dituntaskan pada Desember, sedangkan pembangunan dan pengembangan jaringan di kecamatan akan dilaksanakan secara bertahap melalui program multiyears.
Pemerintah berharap dalam satu tahun pelaksanaan program sudah terlihat hasilnya, dan dalam dua tahun berbagai persoalan mendasar terkait pelayanan publik dapat dituntaskan secara bertahap.(adm)
Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer