PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berpotensi meningkat selama musim kering.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Barito Utara HM Ikhsan saat memaparkan situasi terkini karhutla pada Rakor Pengendalian Pembangunan Kabupaten Barito Utara di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri Bupati Barito Utara H Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis dan kepala OPD tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengevaluasi sekaligus memperkuat langkah penanganan bencana karhutla.
HM Ikhsan menjelaskan, hingga 17 Agustus 2026 BPBD mencatat 117 kejadian karhutla dengan 302 hotspot dan luasan lahan terbakar mencapai 101,19 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hasil pemantauan meteorologis menunjukkan potensi bahaya kebakaran meningkat.
“Daerah siap melakukan penanganan, namun dukungan diperlukan untuk memperkuat kecepatan dan jangkauan respons,” demikian poin kesimpulan dalam paparan BPBD Barito Utara.
Untuk mendukung operasi di lapangan, BPBD menyiapkan 23 unit mobil tangki air, tujuh unit mobil rescue double cabin dan satu unit mobil pick up. Selain itu tersedia 20 unit pompa Alkon, 15 unit pompa portabel dan 15 unit pompa gendong. Motor trail juga siap dimobilisasi ke desa-desa yang memiliki regu MPA untuk mendukung patroli cepat.
Kekuatan respons tersebut diperkuat 150 personel BPBD, 40 MPA dan tiga Destana. Penanganan juga melibatkan unsur TNI/Polri, Manggala Agni, Damkar, KPHP dan dunia usaha.
HM Ikhsan mengatakan koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat, khususnya selama periode Siaga Darurat yang ditetapkan mulai 1 Agustus sampai 29 September 2026.
“Penguatan posko lapangan, lintas sektor dan dunia usaha diperlukan untuk mempercepat respons pada wilayah prioritas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan dan deteksi dini agar kejadian karhutla dapat segera ditangani sebelum meluas.Kalau diinginkan, saya juga bisa membuat versi berita yang lebih bergaya koran/portal berita lokal, dengan lead yang lebih tajam dan memasukkan rincian karhutla per kecamatan.(adm)
Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer