Setahun Shalahuddin–Felix, GASPOL 11.12 Menjadi Kompas Pembangunan Barito Utara

PELITAKALTENG, MUARA TEWEH — Sepuluh Oktober 2026 menandai genap satu tahun H. Shalahuddin dan Felix Sonadie Y. Tingan memimpin Kabupaten Barito Utara. Setahun sebelumnya, tepat pada Jumat malam, 10 Oktober 2025, keduanya mengawali periode pemerintahan 2025–2030 setelah resmi dilantik Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Pelantikan yang berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB itu menjadi titik awal bagi pasangan Shalahuddin–Felix untuk menjalankan mandat pembangunan Barito Utara selama lima tahun.

Satu tahun kemudian, arah pemerintahan tersebut mulai dapat dilihat melalui sejumlah agenda dan kebijakan yang dibangun sejak awal masa jabatan. Salah satu yang paling menonjol adalah GASPOL 11.12 — Gerak Akselerasi Strategis Pembangunan Optimal.

GASPOL 11.12 menjadi konsep yang mengintegrasikan 11 program unggulan dan 12 program prioritas sebagai instrumen pembangunan daerah.

Angka 11 dan 12 bukan sekadar penamaan. Keduanya menggambarkan kerangka kerja pemerintahan yang ingin menggabungkan program strategis dengan kebutuhan prioritas masyarakat.

Visi yang hendak dicapai adalah menjadikan Barito Utara sebagai daerah yang maju, tumbuh pesat dan sejahtera.

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah daerah menempatkan sejumlah sektor strategis sebagai fokus, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, perlindungan sosial, pertanian, pemberdayaan masyarakat hingga penciptaan kesempatan kerja.

Berangkat dari Aspirasi Masyarakat

Salah satu kekuatan yang mendasari konsep 11–12 adalah proses pemetaan kebutuhan masyarakat.

Sebelum dan pada masa awal pemerintahan, Shalahuddin menyampaikan bahwa dirinya bersama tim telah turun langsung ke berbagai wilayah. Sebanyak 93 desa dan 10 kelurahan menjadi bagian dari proses penyerapan aspirasi dan pemetaan persoalan di lapangan.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar dalam menyusun program yang dianggap relevan dengan kondisi Barito Utara.

Dalam program Speak After Lunch yang disiarkan iNews pada 26 Januari 2026, Shalahuddin mengatakan hampir seluruh persoalan yang ditemui ketika turun ke lapangan berusaha dijawab melalui program yang telah dirumuskan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah ingin membangun program dari kebutuhan masyarakat, bukan hanya dari perspektif birokrasi.

Kebutuhan akan infrastruktur, misalnya, ditempatkan sebagai salah satu agenda utama karena jalan dan jembatan merupakan urat nadi konektivitas wilayah.

Demikian pula pendidikan dan kesehatan. Pemerintah melihat peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang yang menentukan kemampuan daerah untuk berkembang.

Mempercepat Kerja Pemerintahan

Nama GASPOL 11.12 sekaligus membawa pesan mengenai kecepatan.

Gerak Akselerasi Strategis Pembangunan Optimal menempatkan kecepatan, koordinasi dan efektivitas sebagai bagian penting dari cara kerja pemerintahan.

Bagi Shalahuddin, akselerasi pembangunan harus dimulai dari internal pemerintahan. OPD dan perangkat pemerintahan diharapkan tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi bergerak dalam satu arah berdasarkan target pembangunan yang telah ditetapkan.

Birokrasi yang solid dipandang sebagai fondasi utama.

“Pembangunan harus dimulai dari birokrasi. Jika birokrasi solid, profesional, dan berjalan baik, maka roda pemerintahan dan pembangunan juga akan berjalan dengan baik,” ujar Shalahuddin.

Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga kemampuan pemerintah mengelola sumber daya tersebut.

Perencanaan yang matang, koordinasi antar-OPD, kecepatan pelaksanaan dan pengawasan menjadi mata rantai yang harus berjalan bersama.

Karena itu, sejak awal pemerintahan, percepatan perencanaan dan penetapan program menjadi perhatian. Tujuannya agar pelaksanaan kegiatan dapat dimulai lebih awal dan tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.

Pendidikan, Kesehatan dan Putra Daerah

Selain pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan menjadi perhatian penting.

Pemerintah daerah melihat pendidikan sebagai salah satu instrumen utama untuk menyiapkan generasi Barito Utara menghadapi kebutuhan pembangunan dalam jangka panjang.

Dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga diarahkan kepada aparatur pemerintahan melalui program pengembangan kompetensi, termasuk perhatian terhadap beasiswa ASN.

Di sektor kesehatan, pemerintah menempatkan peningkatan pelayanan dan percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari agenda pembangunan.

Persoalan kesehatan tidak dipandang semata sebagai urusan fasilitas medis, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup, perlindungan sosial dan masa depan generasi daerah.

Sementara itu, pemberdayaan putra daerah menjadi bagian lain yang mendapat perhatian. Pemerintah berupaya agar pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk mengambil bagian dalam proses ekonomi dan pembangunan.

Sektor pertanian dan kesempatan kerja juga menjadi bagian dari perhatian tersebut.

Pemerintahan yang Melanjutkan dan Memperbaiki

Dalam perjalanan satu tahun pertama, Shalahuddin menegaskan bahwa pemerintahan baru tidak menempatkan pergantian kepemimpinan sebagai alasan untuk menghapus seluruh kebijakan sebelumnya.

Program yang dinilai baik akan dilanjutkan, sementara hal-hal yang masih kurang akan diperbaiki.

Prinsip tersebut penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan Barito Utara.

Sebab, pembangunan daerah merupakan proses panjang yang tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu periode atau melalui satu kebijakan.

Setahun kepemimpinan menjadi fase awal untuk membangun fondasi. Jalan pembangunan berikutnya masih panjang dan membutuhkan kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Dari Program Menjadi Hasil

Memasuki tahun kedua pemerintahan, tantangan Shalahuddin dan Felix semakin besar.

Jika tahun pertama menjadi fase membangun fondasi, menyusun sistem kerja dan menggerakkan birokrasi, maka tahun-tahun berikutnya akan menjadi ruang pembuktian terhadap efektivitas GASPOL 11.12.

Masyarakat tentu akan menunggu hasil yang semakin konkret.

Apakah konektivitas antarwilayah semakin baik? Apakah kualitas pendidikan meningkat? Apakah layanan kesehatan semakin mudah dan cepat? Apakah angka stunting terus ditekan? Apakah birokrasi semakin responsif? Apakah peluang kerja dan ekonomi bagi masyarakat lokal semakin terbuka?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ukuran yang lebih nyata terhadap keberhasilan pemerintahan.

Karena itu, satu tahun kepemimpinan Shalahuddin–Felix sebaiknya tidak dilihat sebagai garis akhir evaluasi, melainkan sebagai titik awal untuk mengukur perjalanan empat tahun berikutnya.

GASPOL 11.12 telah menjadi kompas kebijakan. Tantangan selanjutnya adalah memastikan kompas tersebut benar-benar membawa seluruh mesin pemerintahan bergerak ke arah yang sama.

Dari birokrasi hingga desa, dari pembangunan jalan hingga peningkatan kualitas manusia, seluruh program dituntut memiliki keterkaitan dengan tujuan besar pembangunan daerah.

Satu tahun setelah dilantik, Shalahuddin dan Felix memasuki babak baru kepemimpinan. Fondasi telah diletakkan, agenda telah dirumuskan dan arah pembangunan telah ditetapkan.

Kini, pekerjaan terbesar adalah menjaga agar akselerasi tidak kehilangan momentum.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dicanangkan, tetapi dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan semangat Gerak Akselerasi Strategis Pembangunan Optimal, perjalanan Shalahuddin–Felix masih menyisakan empat tahun untuk membuktikan bahwa visi Barito Utara yang maju, tumbuh pesat dan sejahtera bukan sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan.

Kedua versi ini bisa dikembangkan lagi menjadi gaya berita media online yang lebih tajam, lengkap dengan lead yang lebih menarik, subjudul SEO, kutipan pejabat, serta penutup yang lebih kuat untuk momentum HUT/satu tahun pemerintahan.

Satu Tahun Memimpin, Shalahuddin-Felix Paparkan Progres 11 Program Unggulan & 12 Kegiatan Prioritas

Pemerintah Kabupaten Barito Utara memaparkan perkembangan pelaksanaan program unggulan dan kegiatan prioritas dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Barito Utara H Shalahuddin, ST., MT dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, A.Md, di Gedung Balai Antang, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati H Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, mewakili Kapolres, staf ahli bupati, asisten sekda, kepala perangkat daerah dan sejumlah awak media.

Paparan bertajuk “11.22 GASPOL” tersebut menjadi bagian dari refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, dengan menampilkan berbagai capaian dan progres pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah.

Dalam paparan tersebut, Pemkab Barito Utara menyoroti progres 11 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati, di antaranya program SIP Pintar, beasiswa daerah, pengadaan alat berat, peningkatan pembangunan kesehatan masyarakat melalui BPJS gratis, pembangunan Balai Latihan Kerja, serta berbagai program pembangunan lainnya.

Pada sektor pendidikan, program beasiswa daerah diarahkan untuk masyarakat umum pada jenjang Diploma, Sarjana, Pascasarjana hingga pendidikan profesi. Program tersebut mencakup beasiswa berprestasi dan beasiswa bagi masyarakat tidak mampu, serta layanan pendukung bagi mahasiswa asal Barito Utara yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Sementara pada sektor kesehatan, capaian keaktifan peserta JKN tercatat mencapai 93,6 persen per Agustus 2026, melampaui target tahunan sebesar 90 persen. Barito Utara juga menerima penghargaan kategori UHC Madya 2026.

Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah juga memaparkan progres pembangunan tiga jembatan strategis, yakni Jembatan Sikan-Tumpung Laung dengan progres fisik 58,02 persen, Jembatan Lemo 42 persen dan Jembatan Lahei 14 persen berdasarkan data September 2026. Ketiga pembangunan tersebut ditargetkan rampung masing-masing pada 2028 dan 2029.

Selain itu, pembangunan Jalan SP Km 34-SP Benangin menjadi salah satu prioritas konektivitas wilayah. Ruas tersebut memiliki panjang penanganan sekitar 54,40 kilometer dan menjadi koridor logistik strategis yang mendukung sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit dan tanaman jagung.

Paparan juga mencakup pelebaran jalan dalam Kota Muara Teweh, pembangunan Water Front City, peningkatan sistem penyediaan air minum, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, normalisasi dan penataan Sungai Bengaris, hingga transformasi budaya kerja aparatur sipil negara.

Dalam satu tahun kepemimpinan tersebut, Pemkab Barito Utara juga mencatat peningkatan opini BPK dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada LKPD 2024 menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada LKPD 2025.

Selain itu juga selama satu tahun kepemimpinan Bupati H Shalahuddin dan Wakil Bupati  Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, mencatat peningkatan dengan melaksanakan apel pagi di setiap dinas, Transformasi Budaya Kerja ASN, Penguatan Disiplin dan Kepemimpinan.

Kemudian Car Free Day (CFD) Muara Teweh yang dilaksanakan setiap hari Minggu, terbaik i Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang, Batara Expo 2026 dan pemenuhan 6 standar pelayanan minimal posyandu. (*)

Redaksi
46

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer