PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Pengembangan komoditas jagung hibrida menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, H. Adi Haryadi, S.Pi., M.Si., saat menyampaikan laporan pada kegiatan Panen Bersama Jagung Hibrida dalam mendukung ketahanan pangan di Desa Mampuak I, Kecamatan Teweh Timur, Selasa (20/10/2026).
Adi Haryadi mengatakan, keberhasilan panen jagung hibrida merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara petani, penyuluh lapangan, serta pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pertanian.
Ia menjelaskan, Barito Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan jagung. Pada 2017, daerah tersebut pernah menduduki peringkat sebagai penghasil jagung terbesar di Kalimantan Tengah dengan luas lahan sekitar 17.174 hektare.
Namun, seiring berjalannya waktu, luas lahan pertanaman jagung mengalami penurunan. Kondisi tersebut antara lain disebabkan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan dan perkebunan kelapa sawit.
Berdasarkan laporan Dinas Pertanian, produksi jagung Barito Utara pada 2025 mencapai 6,56 ton, kemudian meningkat menjadi 8,87 ton hingga September 2026.
Untuk mendukung peningkatan produksi, pemerintah pusat pada 2026 memberikan bantuan benih jagung hibrida varietas Maxxi.2 sebanyak 22.500 kilogram untuk lahan seluas 1.500 hektare.
Selain bantuan tersebut, Dinas Pertanian juga menyiapkan benih sebanyak 26,6 ton melalui anggaran perubahan tahun 2026 untuk memenuhi kebutuhan penanaman pada lahan seluas 1.773 hektare yang belum mendapatkan bantuan benih.
Penyaluran bantuan direncanakan diprioritaskan pada wilayah sentra produksi jagung, yakni Kecamatan Teweh Timur dan Kecamatan Gunung Timang, serta sejumlah kecamatan lainnya.
Meski demikian, Adi Haryadi menyebut masih terdapat beberapa tantangan dalam pengembangan jagung, seperti keterbatasan ketersediaan benih, belum adanya penangkar benih, ketidakstabilan harga jagung pipilan kering, serta belum tersedianya fasilitas pengolahan dan gudang penyimpanan hasil panen.
Keterbatasan sarana dan prasarana pertanian serta sarana produksi juga menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan produktivitas petani.
Oleh karena itu, Dinas Pertanian terus menggalakkan intensifikasi pertanian, perluasan areal tanam, peningkatan sarana fisik, penyediaan sarana produksi, dan pengadaan alat serta mesin pertanian.
Pada kegiatan panen bersama di lahan Kelompok Tani Sinar Harapan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani penerima bantuan benih jagung hibrida, pupuk, obat-obatan, dan alat mesin pertanian.
Dinas Pertanian berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat pengembangan sentra produksi jagung, sehingga hasil pembangunan pertanian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan penguatan sektor pertanian yang berkelanjutan, Kabupaten Barito Utara diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.(adm)
Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer