Orangtua Seleksi CPNS Harap 11 Anggota Dewan Dapat Pikirkan Kembali Imbas Boikot

Pelitakalteng, Muara Teweh - Imbas boikot 11 anggota dewan pendukung Gogo-Helo, sangat dirasakan oleh salah satu orangtua dari seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) asal Kabupaten Barito Utara. Salah seorang perwakilan orangtua seleksi CPNS, Ardiansyah, warga Muara Teweh menyampaikan keluhannya.

Ardiansyah memiliki tiga orang anak yang semuanya mengikuti seleksi CPNS tahun 2024. Awalnya, pria pekerja swasta ini tidak khawatir karena pelaksanaan tes di Muara Teweh. Namun, belakangan berubah, setelah anggaran seleksi CPNS diboikot.

"Teruntuk 11 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Utara yang kemaren baru saja dilantik dan diamanahkan, untuk menjabat sebagai wakil rakyat yang terhormat.  Adakah bapak dan ibu yang bersebelas memikirkan, apa akibatnya jika tes CASN tidak dilaksanakan di Kabupaten Barito Utara, padahal kalian tahu sendiri berapa ribu jumlah pesertanya yang mendaftar," ungkap Ardiansyah.

Lanjutnya, ia juga meminta teruntuk anggota dewan yang memboikot anggaran CPNS untuk berfikir kembali, sebab diantara peserta itu, ada putra putri daerah Barito Utara yang mengadu nasib dari pelosok desa yang aksesnya jauh dari Muara Teweh, untuk bisa ikut ujian CASN dengan biaya yg terbatas.

"Adakah kalian diwaktu senggang atau luang kalian menghitung berapa estimasi biaya satu orang peserta dihabiskan jika seleksi dilaksanakan di luar daerah?mengenai transport, makan dan menginap?" tuturnya karena akan mengeluarkan biaya lumayan besar untuk ketiga anaknya.

Lebih lanjut, Ardiansyah berharap, 11 anggota dewan tersebut berfikir diantara ribuan putra putri daerah Barito Utara yang ikut seleksi CPNS, tentu saat Pemilu Legislatif ada yang tulus dan ikhlas memilih mereka menjadi salah satu wakil rakyat.

"Tolong direnungkan dan fikirkan. Hanya karena kepentingan tertentu, kalian tidak memikirkan hal yg kalian anggap tidak penting bagi kalian tapi bagi peserta seleksi itu sangat mempengaruhi hasil akhir tes dan keuangan mereka, yang  sebagian bahkan belum punya penghasilan tetap atau tidak sebanyak gaji seperti bapak dan ibu 11 anggota dewan tersebut," tutupnya.

Sebagai informasi, dampak boikot anggota dewan pendukung Pasangan Calon (Paslon) Purman Jaya-Hendro Nakalelo (Gogo-Helo) dirasakan pendaftar CPNS dari Barito Utara. Akibatnya, 6.957 warga Barito Utara yang akan mengikuti tes terpaksa dialihkan ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan Kota Palangka Raya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Barito Utara, Hj Sri Hartati SPi MIP menyampaikan, instansi BKPSDM pertama kalinya terkena imbas dari tidak disahkannya APBD Perubahan Barito Utara tahun 2024.

“Mengingat jumlah peserta yang lulus seleksi administrasi yang memilih titik lokasi di BKPSDM Barito Utara mencapai 6.967 peserta, dengan terpaksa harus dialihkan,” kata Hj Sri Hartati saat ditemui di Ruang Kerjanya. (Adm)

Redaksi
189

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer