Makna Hari Ibu: Peran Ibu, Karunia Terindah Sepanjang Kehidupan

Oleh Dr. Hj. Sunarty S, M.Pd. (Sekretaris Dinas Sosial, PMD Kabupaten Barito Utara)

Bu…..

Terima kasih atas segalanya

Lahirku karena kekuatanmu

Keberadaanku karena kasihmu

Cintamu tanpa batas

Pengorbanan meluruhkan egomu

Bu…..

Bimbingan dan doamu penghantar

nilai-nilai kehidupanku

Jiwa pelindungmu menyelimuti

rasa amanku

Keikhlasanmu, mengukir sosok istimewa

dalam  sanubariku

Bu…..

Engkau ibarat malaikat tanpa sayap

Sosok sumber kasih sayang tanpa syarat

 

Puisi di atas merupakan salah satu perwujudan penghargaan yang begitu tinggi atas jasa- jasa mendalam dari sosok seorang ibu. Ungkapan ini bukan hanya bertepatan dengan Hari Ibu saja, namun kekaguman yang mendasar dalam keseharian dari peran seorang Ibu dalam mendampingi anak-anaknya disaat berkembang dan bertumbuh menuju pengenalan tentang dunia yang sesungguhnya.

Presiden Soekarno secara resmi menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Keputusan Presiden No.316 Tahun 1959. Tanggal itu dipilih mengenang moment bersejarah Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta, yang menjadi tonggak perjuangan perempuan Indonesia.

Hari Ibu di Indonesia memiliki makna yang lebih luas, yaitu sebagai pengakuan terhadap peran, kontribusi, dan kesetaraan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Semangat Indonesia Emas 2045 sebagai bentuk penghargaan atas peran strategis perempuan dalam segala aspek kehidupan, baik dikeluarga, masyarakat, maupun dalam pembangunan nasional. Perayaan untuk menghormati Ibu dalam keluarga, serta peran keibuan, ikatan ibu dan anak, dan pengaruh ibu dalam masyarakat.

Hari Ibu di Indonesia memiliki akar sejarah yang unik dan sarat makna, berbeda dengan perayaan serupa di negara lain. Setiap tanggal 22 Desember, bangsa Indonesia memperingati Hari Ibu sebagai bentuk penghormatan terhadap peran besar perempuan, khususnya Ibu, dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa. Hari nasional ini sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh perempuan Indonesia atas peran, dedikasi, dan kontribusinya bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Pengertian dari Ibu dalam kehidupan adalah sosok yang sangat penting dan berharga, sebagai sumber kasih sayang tanpa syarat, pendidik awal, teladan moral, dan inspirasi perjuangan. Ibu membimbing, mengasuh, dan membentuk karakter anak sejak lahir hingga dewasa, menciptakan rasa aman dan nyaman, serta berperan penting dalam membentuk kepribadian dan membesarkan anak menjadi individu yang kuat dan berintegritas. Ibu ibarat malaikat tanpa sayap, jantung keluarga, pelita kehidupan, pondasi kokoh, ataupun samudera kasih yang tak bertepi, yang memberikan cinta tanpa syarat, do’a, pengorbanan, dan bimbingan, menjadi sumber kekuatan, kenyamanan, dan tempat belajar pertama bagi anak-anaknya.

Ungkapan malaikat tanpa sayap untuk seorang Ibu menggambarkan kasih sayang, pengorbanan, keikhlasan, dan bimbingan tak terbatas dari seorang Ibu, yang dianggap sebagai sosok suci pemberi kehidupan dan kebaikan didunia, seperti malaikat yang melindungi dan membimbing anak-anaknya tanpa pamrih. Hal ini menekankan peran Ibu sebagai pelindung, pengajar, dan sumber cinta sejati yang tak pernah kering, setara dengan kebaikan malaikat. Cinta tanpa batas bermakna seorang Ibu memberikan kasih sayang yang murni, tulus, dan abadi, tidak pernah meminta balasan.

Pengorbanan bermakna rela berkorban segalanya, seringkali mengabaikan kebutuhan diri demi kebahagiaan anak-anaknya. Bimbingan dan doa bermakna seorang Ibu adalah guru pertama yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan selalu mendoakan anaknya dalam setiap ibadah. Sosok pelindung bermakna seperti malaikat, Ibu hadir untuk menjaga, membimbing, dan memberikan rasa aman bagi anaknya. Keikhlasan bermakna seorang Ibu melakukan semua itu dengan hati yang tulus, menjadikannya sosok istimewa di dunia nyata.

Peran Ibu sangat fundamental dalam membentuk individu yang seimbang, penuh kasih, dan fungsional, menjadikannya anugerah yang ternilai bagi umat manusia. Sosok seorang Ibu dengan peran yang begitu alami dan menjadikannya sebagai anugerah terindah merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri, sebab sosoknya yang tajam sebagai pemberi kehidupan dan pengasuh utama (sebagai saluran kehidupan dan sering kali menjadi pengasuh utama yang menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal dan perlindungan); sumber cinta tanpa syarat (ikatan Ibu dan anak seringkali ditegaskan oleh cinta yang mendalam dan tanpa pamrih, serta kehadian Ibu menawarkan rasa aman emosional yang krusial untuk perkembangan anak); pendidik dan pembimbing pertama (guru pertama anak dalam mengajarkan keterampilan hidup berdasarkan nilai-nilai moral, etika, dan cara bernavigasi didunia serta membentuk karakter anak secara signifikan); pilar dukungan emosional (menjadikan tempat perlindungan saat menghadapi tantangan hidup, memberikan kenyamanan, dorongan, dan dukungan yang membantu anak mengembangkan ketahanan mental dan emosional); perekat keluarga (berperan sentral dalam menjaga keharmonisan dan kohesi keluarga, mengelola dinamika hubungan, dan memastikan stabilitas lingkungan rumah).

Harapan penulis mewakili kita semua di Hari Ibu ini, melangitkan doa agar ibu kita selalu sehat, diberkahi, ucapan tulus atas cinta, pengorbanan serta bimbingan menjadikannya bahagia dunia dan akhirat. Pengakuan peran Ibu sebagai pahlawan, cahaya, pilar kekuatan, serta harapan tertinggi agar semua kebaikan Ibu dibalas dengan perlindungan Allah SWT Tuhan yang Maha Esa, serta memotivasi agar semua perempuan hebat di Indonesia selalu terus menginspirasi dan merasa berharga dimanapun berada. Selamat Hari Ibu untuk perempuan-perempuan hebat !(*)

 

Redaksi
279

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer