Pemkab Barito Utara Perkuat Ketangguhan Bencana Melalui FGD Perhitungan IKD Tahun 2026

PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus berupaya meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara, Rabu (3/6/2026).

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST., MT., melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, HM Ikhsan, menyampaikan bahwa kegiatan FGD tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan daerah sekaligus mendukung upaya penurunan risiko bencana di wilayah Barito Utara.

Menurutnya, Indeks Ketahanan Daerah merupakan salah satu instrumen penting untuk mengukur kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, mulai dari aspek pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana.

“Perhitungan IKD bukan hanya sekadar penilaian administrasi, tetapi menjadi tolok ukur sejauh mana kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Melalui proses ini, kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan yang perlu diperbaiki dalam sistem penanggulangan bencana daerah,” kata HM Ikhsan saat membacakan sambutan Bupati.

Bupati menegaskan bahwa tujuan utama dari peningkatan nilai IKD adalah mendorong penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB) sehingga masyarakat dapat hidup lebih aman dan terlindungi dari berbagai potensi ancaman bencana.

“Kita ingin Kabupaten Barito Utara menjadi daerah yang semakin tangguh, siap menghadapi bencana, dan mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Ketahanan daerah yang kuat akan berkontribusi langsung terhadap keselamatan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Barito Utara memiliki berbagai potensi ancaman bencana, baik yang bersifat alam maupun nonalam. Oleh karena itu, penguatan kapasitas daerah harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Bupati, penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD semata, melainkan memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.

“Pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana hanya dapat diwujudkan melalui sinergi dan kolaborasi semua pihak. Setiap sektor memiliki peran penting dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap nilai Indeks Ketahanan Daerah terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan semakin baiknya sistem penanggulangan bencana yang dibangun di daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh peserta FGD untuk memanfaatkan forum diskusi sebagai sarana bertukar informasi, menyampaikan evaluasi, serta merumuskan solusi yang dapat mendukung peningkatan ketahanan daerah.

“Kami berharap seluruh peserta dapat memberikan kontribusi pemikiran, data, dan rekomendasi yang konstruktif sehingga hasil perhitungan IKD Tahun 2026 benar-benar menggambarkan kondisi daerah secara objektif dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan penanggulangan bencana yang lebih efektif,” pungkasnya.

FGD Perhitungan IKD Tahun 2026 tersebut diikuti oleh perangkat daerah terkait, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang berperan dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Barito Utara.(adm)

Redaksi
49

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer