Patih Herman AB: Nota Kesepakatan dengan Badan Bahasa Harus Ditindaklanjuti

PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, berharap penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pelestarian bahasa dan sastra daerah secara berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikannya, Sabtu (3/10/2026), menanggapi penandatanganan Nota Kesepakatan yang dilaksanakan di Kantor Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Patih Herman AB mengatakan bahasa dan sastra merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan masyarakat. Karena itu, upaya pengembangan, pembinaan dan pelindungan bahasa serta sastra daerah membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak.

“Nota Kesepakatan ini merupakan hal yang positif. Kita berharap kerja sama antara Pemkab Barito Utara dan Badan Bahasa dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelestarian bahasa dan sastra daerah,” ujar Patih Herman AB.

Ia menilai salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah keberlanjutan program setelah penandatanganan kesepakatan. Menurutnya, diperlukan program yang terarah agar bahasa dan sastra daerah dapat terus dipelajari, digunakan dan diwariskan.

“Kesepakatan yang sudah ditandatangani tentu perlu ditindaklanjuti. Harus ada program yang jelas dan berkelanjutan, sehingga upaya pelestarian tidak berhenti pada seremoni penandatanganan saja,” katanya.

Patih Herman mengatakan lingkungan pendidikan dapat menjadi salah satu ruang penting untuk mengenalkan bahasa dan sastra daerah kepada generasi muda. Selain itu, kegiatan budaya di masyarakat juga dapat menjadi sarana untuk menjaga keberadaan berbagai bentuk sastra dan ekspresi budaya lokal.

Ia juga mendorong adanya dokumentasi terhadap bahasa, cerita rakyat, sastra lisan, ungkapan tradisional, peribahasa, pantun dan bentuk-bentuk budaya lainnya yang masih hidup di tengah masyarakat Barito Utara.

“Banyak kekayaan budaya yang diwariskan oleh orang tua dan para leluhur kita. Ini perlu didokumentasikan dengan baik agar pengetahuan tersebut tidak hilang dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya,” jelasnya.

Menurutnya, pelestarian bahasa dan sastra bukan berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman. Sebaliknya, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memperkenalkan bahasa dan budaya daerah secara lebih luas.

Patih Herman berharap seluruh pihak dapat mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan kerja sama tersebut.

“Pemerintah, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, budayawan, komunitas dan generasi muda harus bersama-sama menjaga kekayaan bahasa dan sastra daerah. Dengan begitu, budaya lokal tetap hidup dan dapat menjadi bagian dari pembangunan daerah,” pungkasnya.(adm)

Redaksi
19

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer