PELITAKALTENGS, MUARA TEWEH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Utara pada Sabtu (8/8/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara mengerahkan personel dan sarana prasarana untuk melakukan pemadaman di beberapa titik.
Kepala BPBD Barito Utara HM Ikhsan melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog), Rizali Hadi, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan di Desa Hajak Simpang Batu Bara Kecamatan Teweh Baru, Jalan Moek Lintas Lemo-Bangdep dan Desa Trahean, serta Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan.
“Tim bergerak berdasarkan laporan adanya titik api. Kami langsung melakukan pemadaman dengan dukungan personel BPBD, MPA, Manggala Agni dan pihak terkait lainnya,” ujar Rizali Hadi, Sabtu (8/8/2026).
Di Desa Hajak Simpang Batu Bara, Kecamatan Teweh Baru, tim menemukan sejumlah titik yang masih menyala pada Sabtu malam. Pemadaman dilakukan menggunakan selang nozzle dan mobil water supply BPBD.
Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 22.28 WIB dan api berhasil dipadamkan. Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 0,56 hektare, dengan jenis kebakaran permukaan, tanah mineral dan vegetasi berupa tumpukan pepohonan, dedaunan serta semak belukar.
Sementara di Jalan Moek Lintas Lemo-Bangdep, tim BPBD berangkat sekitar pukul 19.21 WIB setelah menerima informasi adanya lahan terbakar. Beberapa titik api ditemukan dan langsung dilakukan pemadaman menggunakan jet shooter serta peralatan pemadaman BPBD.
Sekitar pukul 20.40 WIB, kondisi di lokasi tersebut telah aman dan terkendali. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare.
Saat tim hendak kembali ke posko, sekitar pukul 21.01 WIB, kembali ditemukan titik api di Desa Trahean. Tim kemudian berkoordinasi dan melakukan penanganan bersama MPA Trahean menggunakan mobil water supply, selang nozzle dan mesin pompa.
Pemadaman berlangsung hingga pukul 02.05 WIB. Namun, kondisi api belum sepenuhnya padam karena keterbatasan akses menuju lokasi dan kepulan asap yang pekat. Dengan mempertimbangkan keselamatan personel, pemadaman lanjutan dijadwalkan dilakukan pada siang hari.
“Untuk lokasi Desa Trahean, penanganan belum bisa dituntaskan malam itu karena akses dan asap cukup pekat. Keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama, sehingga pemadaman akan dilanjutkan,” jelas Rizali.
Lahan yang terbakar di Desa Trahean diperkirakan seluas 2,3 hektare. Kebakaran terjadi pada permukaan lahan dengan kondisi tanah mineral dan vegetasi berupa tumpukan pepohonan, dedaunan dan semak belukar.
Selain dua wilayah tersebut, BPBD juga melakukan pemadaman lanjutan di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, melalui Jalan Hauling PT BIMA.
Tim berangkat sekitar pukul 09.37 WIB dan melakukan pemadaman terhadap beberapa titik api yang masih menyala. Penanganan berlangsung hingga pukul 16.45 WIB dan kondisi terakhir dinyatakan aman serta terkendali.
Dalam pemadaman tersebut, BPBD melibatkan TRC-Pusdalops, Manggala Agni dan MPA Trahean. Sarana yang digunakan antara lain dua mobil patroli BPBD, satu mobil personel dan satu mobil Hilux BPBD.
Luas lahan yang terbakar di Trinsing diperkirakan mencapai 1,76 hektare. Namun, api tidak membakar seluruh lahan karena ditemukan dalam bentuk titik-titik atau spot.
Rizali mengatakan, koordinasi dan respons cepat menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama pada kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika menemukan titik api, segera sampaikan informasi kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.
Secara keseluruhan, berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terbakar di tiga wilayah tersebut mencapai sekitar 5,06 hektare.(adm)
Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer