Pemkab Barito Utara Tingkatkan Pengelolaan Sampah Usai Nilai Adipura 2025 Masih Rendah

PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus berupaya meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup setelah meraih nilai Adipura Tahun 2025 sebesar 54,65. Salah satu faktor utama rendahnya nilai tersebut adalah tingginya produksi sampah yang mencapai 65,3 ton per hari, sementara yang berhasil dikelola baru sekitar 1,2 persen.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara, drg. Dwi Agus Setijowati, pada kegiatan penyerahan bantuan alat kebersihan dalam rangka Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Rabu (24/12/2025).

Menurut drg. Dwi Agus Setijowati, rendahnya nilai Adipura disebabkan oleh beberapa titik pantau yang masih belum optimal, salah satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hanya memperoleh nilai 49,58 karena masih menerapkan sistem open dumping. Untuk itu, pada Perubahan Anggaran Tahun 2025 direncanakan pengadaan 1 unit excavator, 1 unit bulldozer, tanah uruk, serta pipa paralon untuk pelepasan gas metana sebagai langkah awal pembenahan pengelolaan TPA.

“Titik pantau TPA menjadi perhatian utama kami. Perbaikan sistem pengelolaan akan segera dilakukan secara bertahap agar ke depan tidak lagi menggunakan metode open dumping,” jelasnya.

Selain TPA, titik pantau permukiman juga memperoleh nilai rendah yakni 49,64. Saat ini DLH Kabupaten Barito Utara memiliki 261 petugas kebersihan, terdiri dari 193 orang yang telah terdaftar dalam aplikasi INAPROC dan 68 orang yang belum terakomodasi karena faktor usia serta kendala teknis lainnya. Untuk mendukung kinerja petugas, masing-masing diberikan satu paket perlengkapan kerja berupa baju, kaos, sepatu, rompi, topi, masker, sapu, dan garu getri.

“Sebagai bentuk perhatian Bapak Bupati, seluruh 261 petugas kebersihan juga menerima bantuan beras sebanyak 5 kilogram per orang. Hari ini yang hadir sebagai perwakilan sebanyak 30 orang,” ungkap drg. Dwi Agus.

Ia menambahkan, pada titik pantau Jalan Arteri Utama serta Jalan Kolektor dan Penghubung yang memperoleh nilai 67,15, Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengalokasikan pengadaan 5 unit truk sampah, ditambah 1 unit truk sampah bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, guna meningkatkan kebersihan di ruas jalan utama.

Sementara itu, pada titik pantau perkantoran yang mendapat nilai 66,28, DLH menyerahkan tong komposter kepada Dinas Perhubungan untuk mengolah sampah daun menjadi kompos. Bank Sampah juga diserahkan kepada Langgar Darur Khair sebagai upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Adapun titik pantau Bank Sampah Unit yang memperoleh nilai 60 akan diperkuat dengan bantuan mesin pencacah plastik, mesin pres, serta kendaraan roda tiga (Tossa) yang diserahkan kepada Kepala Desa Kandui.

Dalam kesempatan tersebut, drg. Dwi Agus Setijowati juga menyampaikan bahwa bantuan pengabdian masyarakat turut disalurkan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian berupa paket mesin jahit, mesin obras, mesin pembuat kancing, meja penyeimbang, serta 200 tabung LPG 3 kilogram.

Selain itu, bantuan lintas perangkat daerah juga disalurkan, antara lain melalui Bagian Kesra Setda Barito Utara berupa 52 unit ambulans, 12 unit truk pemadam kebakaran, 12 unit truk Triton, dan 22 unit kendaraan HIH. Dinas Pertanian menerima bantuan pupuk, traktor roda empat dan dua, penggiling padi, hand sprayer, serta kultivator. Sementara Dinas Pendapatan menyerahkan sertifikat kepada masyarakat.

 “Melalui berbagai langkah dan dukungan lintas sektor ini, kami optimistis pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan di Kabupaten Barito Utara akan semakin baik, sehingga nilai Adipura ke depan dapat meningkat,” pungkas drg. Dwi Agus Setijowati.(adm)

Redaksi
487

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer