PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Dibalik kewajiban dari setiap warga negara untuk mendaftarkan diri sebagai peserta dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagaimana yang telah diamanatkan undang-undang, bagi Supiani (45), menjadi peserta JKN merupakan lebih dari itu, ia menganggap program JKN sebagai kebutuhan.
“Program JKN menjadi kebutuhan agar setiap masyarakat dapat secara merata mengakses jaminan kesehatan yang berkualitas saat dihadapkan pada ketidakpastian datangnya sakit dan keperluan untuk berobat,” ucap Supiani di Muara Teweh. Senin (22/12/2025)
Ia mengatakan sejak tahun 2016 terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang iurannya dibayarkan secara bersama-sama dengan perusahaannya.
“Sejak pertama kali bekerja ditahun 2016 langsung didaftarkan dari perusahaan, selain untuk memenuhi kewajiban untuk terdaftar, ini juga sebagai kebutuhan yang nantinya akan diperlukan saat mau berobat, iurannya cukup satu persen dari gaji sudah bisa menjamin kesehatan untuk saya dan 3 anggota keluarga,” ujar Supiani.
Bila dibandingkan dengan manfaatnya, Supiani menilai iurannya sangatlah terjangkau, oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak mendaftar dalam program JKN
“Satu persen itu saya hitung hanya 50 ribuan rupiah, bayangkan kalau berobat apa saja bisa ditangggung asal sesuai prosedurnya,” kata dia
Meski manfaat Program JKN dapat dirasa saat ingin berobat, ia menyebut peserta program JKN tidak harus menunggu sakit terlebih dahulu, karena sakit tidak tahu kapan datangnya dan Ia terus mengajak orang terdekat untuk mendaftar menjadi peserta JKN.
“Kalau menunggu sakit dulu baru daftar pasti akan repot, makanya saya sering mengajak keluarga dan orang-orang terdekat untuk daftar program JKN dulu buat jaga-jaga, kalau ada yang belum mampu bayar iuran kan bisa daftar ke tanggungan dari pemerintah,” ungkapnya.
Menceritakan pengalamannya mengakses layanan JKN, Supiani beberapa kali berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan merasa tenang karena sudah terdaftar aktif dalam Program JKN.
“Kalau berobat karena ada sakit maag jadi ke FKTP saja, alhamdulillah tidak sampai ada ke rumah sakit, yang penting sudah terdaftar jadi sudah tenang kalau memang nanti suatu saat bila dibutuhkan,” tambahnya.
Ia juga mengharapkan agar terus diberikan kesehatan sehingga iurannya dapat dianggap sebagai amal untuk membantu orang lain.
“Banyak orang yang masih membutuhkan perawatan diluar sana, dengan kita terus menjaga kesehatan harapannya pada saat itu juga iuran kita secara tidak langsung dapat berguna untuk orang lain, jadi tidak ada ruginya menjadi peserta JKN,” tutup Supiani.(kh3/AR/HK)
Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer