Cegah Penyimpangan Pengadaan, Petrus Damianus Ingatkan Pentingnya Pemilihan Penyedia yang Objektif

PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Direktur Icom Training Center, Petrus Damianus Daswanto, mengingatkan seluruh pelaku pengadaan barang dan jasa pemerintah agar menjalankan setiap tahapan pengadaan secara profesional, objektif dan sesuai ketentuan, khususnya dalam proses pemilihan penyedia barang dan jasa.

Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Coaching Clinic Peningkatan Kapasitas Pelaku Pengadaan melalui Strategi Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Penginputan RUP dan SIRUP serta Sosialisasi Perpres Nomor 46 Tahun 2025, di Aula Hayak Tamara Hotel, Jumat (6/11/2026).

Petrus menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah bukan sekadar kegiatan administratif untuk merealisasikan anggaran, melainkan proses strategis yang harus dilaksanakan dengan mengedepankan efisiensi, transparansi, keadilan, etika dan integritas.

Ia mengingatkan agar penentuan penyedia maupun pemenang dalam proses pengadaan tidak didasarkan pada hubungan keluarga, kedekatan pribadi ataupun kepentingan tertentu, terlebih jika disertai praktik suap.

“Pemilihan penyedia juga harus dinilai dan dilaksanakan secara benar, objektif, serta sesuai ketentuan. Jangan sampai penentuan pemenang didasarkan pada hubungan keluarga atau kedekatan tertentu, apalagi karena adanya praktik suap. Hal-hal seperti ini harus benar-benar kita perhatikan dan hindari,” tegasnya.

Menurut Petrus, pengadaan barang dan jasa memiliki risiko besar karena berkaitan langsung dengan pengelolaan uang negara dan penggunaan anggaran pembangunan. Oleh sebab itu, seluruh pihak yang terlibat harus memiliki komitmen kuat dalam menjaga integritas dan bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil.

Ia juga menyampaikan bahwa pengadaan barang dan jasa merupakan motor penggerak pembangunan sekaligus motor pelayanan publik. Dengan demikian, setiap anggaran yang digunakan harus mampu menghasilkan barang dan jasa yang tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Secara khusus, Petrus menyoroti pentingnya integritas dalam sektor kesehatan. Menurutnya, pengadaan di lingkungan Dinas Kesehatan memiliki tanggung jawab yang besar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pelayanan dan keselamatan masyarakat.

“Dinas Kesehatan memiliki peran yang sangat penting karena tugasnya bukan sekadar melaksanakan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut upaya menyelamatkan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sektor kesehatan membutuhkan integritas yang sangat tinggi karena berhubungan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, ia juga mengajak para peserta untuk memahami seluruh rangkaian proses pengadaan, mulai dari perencanaan, penentuan spesifikasi, penetapan harga, waktu pelaksanaan, hingga proses pemilihan penyedia dan serah terima barang.

Petrus berharap Coaching Clinic ini dapat menjadi sarana peningkatan kapasitas sekaligus ruang konsultasi bagi para pelaku pengadaan agar mampu mengidentifikasi dan meminimalkan risiko penyimpangan dalam setiap tahapan pekerjaan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ade Kristianto dari LKPP dan Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, R. Firmansyah, SH, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman serta pengawalan tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Menutup penyampaiannya, Petrus berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan semakin memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan, profesional, serta berintegritas,” tutupnya.(adm)

Redaksi
52

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer