PELITAKALTENG, MUARA TEWEH - Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II, Reny Windyawati menjelaskan bahwa kenapa Rencana Detali Tata Ruang yang selanjutnya disingkat RDTR perlu disusun.
“Rencana Detali Tata Ruang atau yang selanjutnya disingkat RDTR adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten/kota yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten/kota,” kata Reny Windyawati melalui zoom meeting saat konsultasi publik di Senyiur Muara Teweh, Selasa (17/9/2024).
Dikatakannya saat ini rencana umum tata ruang belum dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Dan cakupan wilayah dalam rencana umum tata ruang sangat luas dan memerlukan perincian sebelum dioperasionalkan.
“Saat ini masih banyak perizinan pemanfaatan ruang di daerah yang telah diterbitkan namun hanya mengacu pada RTRW Kabupaten/Kota, mengingat masih minimnya jumlah daerah yang memiliki RDTR,” kata dia.
Padahal kata Reny pada dasarnya belum cukup operasional untuk dijadikan sebagai dasar pemberian izin pemanfaatan ruang, sehingga diperlukan RDTR yang memiliki kedalaman muatan, aturan dan peta yang lebih spesifik.
Ia juga menjelaskan bahwa RDTR sebagai acuan dalam penyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota. Sebagai penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota.
Dan juga sebagai pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang, perwujudan keterpaduan, keterkaitan dan keseimbangan ruang serta sebagai penetapan solusi dan fungsi ruang untuk investasi.
Menurut Reny, penggunaan RDTR sangat penting dalam pengembangan wilayah, juga dapat memberikan kepastian hukum kepada investasi dalam pemanfaatan lahan dan ruang.
Pada saat yang sama, Reny mengingatkan bahwa RDTR juga harus memperhatikan konsep pelestarian lingkungan dan budaya setempat.
“Harapannya dengan disusunya RDTR Kecamatan Montallat ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Montallat,” kata Pj Bupati Muhlis.(adm)
Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer