BGTK Kalteng Apresiasi Barito Utara Gunakan APBD untuk Cetak Calon Kepala Sekolah

PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan satuan pendidikan mendapat apresiasi dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala BGTK Provinsi Kalimantan Tengah, I Ketut Sukajaya, menyampaikan apresiasi tersebut saat membuka Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) APBD Tahun 2026 sekaligus Penandatanganan MoU BCKS di Aula SMKN 1 Muara Teweh, Kamis (13/8/2026).

I Ketut Sukajaya mengatakan, penggunaan dana APBD untuk memfasilitasi pelatihan calon kepala sekolah menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam menyiapkan pemimpin pendidikan yang berkualitas.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara dan jajarannya karena menggunakan dana APBD. Ini merupakan upaya luar biasa untuk memfasilitasi Bapak-Ibu mengikuti pelatihan,” katanya.

Ia menyebutkan, program serupa telah dilaksanakan Kabupaten Barito Utara pada 2025 dan kembali dilanjutkan pada 2026. Menurutnya, keberlanjutan program tersebut menjadi bukti adanya komitmen pemerintah daerah dalam membangun kualitas kepemimpinan sekolah.

Lebih lanjut, I Ketut Sukajaya menjelaskan bahwa kepala sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab dalam menentukan arah visi, misi, tujuan serta kualitas pembelajaran di sekolah.

Karena itu, proses penjaringan calon kepala sekolah harus dilakukan secara serius agar diperoleh calon pemimpin yang profesional, kompeten, memiliki visi dan mampu membangun hubungan yang humanis di lingkungan sekolah.

“Seleksi substansi ini bertujuan agar kita mendapatkan calon-calon pemimpin satuan pendidikan yang memiliki potensi dan kualitas untuk menjadi kepala sekolah yang profesional,” jelasnya.

Ia menerangkan, peserta yang lolos seleksi substansi akan mengikuti pelatihan BCKS selama 17 hari. Tahapan tersebut diawali dengan pembelajaran asinkronus atau belajar mandiri selama tujuh hari melalui modul dan tugas yang dikerjakan menggunakan learning management system (LMS).

Setelah itu, peserta akan mengikuti pembelajaran sinkronus secara luring. Rencana pelaksanaan kegiatan tatap muka tersebut akan digelar di Palangka Raya.

Untuk seleksi substansi, peserta akan menghadapi 70 soal pilihan ganda yang seluruhnya berbasis kasus dan permasalahan yang ada di sekolah. Setiap peserta dituntut mampu menganalisis situasi dan menentukan pilihan terbaik sebagaimana seorang kepala sekolah menghadapi persoalan di satuan pendidikan.

“Semua pilihan jawaban memang benar, tetapi memiliki bobot skor yang berbeda. Jadi baca soal dengan baik, cermat, teliti dan lakukan analisis,” pesannya.

I Ketut Sukajaya juga meminta peserta yang mengikuti seleksi untuk tidak mudah menyerah. Kesempatan mengikuti seleksi dan pelatihan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai bekal untuk menjadi pemimpin satuan pendidikan.

Ia berharap seluruh rangkaian seleksi dan pelatihan dapat berjalan lancar serta menghasilkan calon kepala sekolah yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Barito Utara.

“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan berjuang sampai selesai. Mudah-mudahan Bapak-Ibu diberikan kelancaran, kesuksesan dan keberkahan,” tutupnya.(adm)

Redaksi
35

Featured News

Official Support

Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya

08115555555

pelitakalteng@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer