PELITAKALTENG, MUARA TEWEH – Mengantisipasi mulai munculnya kabut asap di wilayah Kabupaten Barito Utara akibat memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan setempat membagikan 1.000 masker kepada masyarakat, Jumat (14/8/2026).
Sebanyak 20 kotak masker atau 1000 masker dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Yetrosinseng dua arah. Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Dinas Kesehatan Barito Utara, Zero Sota Rosadi, bersama jajaran di depan Kantor Dinas Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Simamoraturahman, mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
“Kita sudah memasuki musim kemarau dan mulai ada kabut asap. Karena itu, Dinas Kesehatan mengambil langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang banyak beraktivitas di luar,” ujar Simamoraturahman saat ditemui di sela-sela menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Barito Utara, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan, kabut asap dan debu yang terhirup secara terus-menerus dapat mengganggu saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan penggunaan masker, terutama ketika kualitas udara mulai menurun.
“Masker ini memang sederhana, tetapi sangat penting sebagai salah satu perlindungan ketika masyarakat berada di luar rumah. Kami mengimbau masyarakat untuk membiasakan diri menggunakan masker selama kondisi berasap,” katanya.
Selain di Jalan Yetrosinseng, pembagian masker juga dijadwalkan dilaksanakan pada sore hari di kawasan Bundaran Buah atau Bundaran Kodim Muara Teweh.
Simamoraturahman menambahkan, upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan selama musim kemarau.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan. Kalau kondisi asap semakin meningkat, masyarakat yang memiliki keluhan pernapasan agar segera mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.(adm)
Copyright © 2020 Pelita Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer